Belajar Berenang
"Yah, ajari Mina Berenang donk," aku merengek minta ayah mengajariku berenang. Aku adalah seorang gadis berumur 6 tahun, tinggal di bantaran sungai Martapura.
Kemudian ku lihat ayah pergi ke sungai membawa gerigen besar dan mengikat tali pada pegangan gerigen tersebut.
"Ayo!," ayah melambaikan tangannya agar aku mengikutinya ke sungai itu. Senyumku merekah dan dengan senang hati mengikuti ayah ke sungai menuruni anak tangga setengah berlari agar cepat sampai ke sungai.
"Hati-hati, tidak perlu lari, masih ditunggu loh ini,"
Sampai di sungai, ku lihat air lumayan dalam, sejuk dan dingin ku rasakan ketika kaki baru masuk ke dalam air, pohon-pohon tumbuh di sepanjang sungai, angin sepoi-sepoi bertiup, pohon bergoyang-goyang karenanya.
"Pegang gerigen ini, jangan sampai lepas," sembari menyerahkan gerigen ke arah ku.
Aku manut dan mulai memegang gerigen. Kemudian ayah mengajak pergi agak ketengah dengan 1 gerigen lain di tangannya. Kulihat ayah mulai maju kedepan dan menggerakkan kakinya agar terus maju.
Awalnya aku kesulitan, namun ku terus berusaha dan pada akhirnya mulai bisa menggerakkan kakiku dan sedikit-sedikit mulai bergerak maju.
"Ayah, ku bisa lepas satu tanganku dari gerigen," disela-sela riak air yang kami ciptakan aku berteriak agar ayah mendengarku.
"Ingat, jangan lepas kedua tangan ya," sekali lagi ku dengar kalimat itu ayah ucapkan.
Ku coba lepas tanganku dari gerigen, ku injak tanah berdiri, air sampai leher. Penasaran aku pergi ketengah dan kaget, ternyata aku masih bisa berdiri walaupun air sudah ada di atas kepalaku. Aku bernafas seperti biasa, dan masih mendengar ayah berteriak memanggil namaku. Ku dengar ada mesin kapal dari jauh dan sepertinya akan lewat. Ku coba meraih tongkat bambu agak ditengah, berkilau dengan warna keemasan sebagai pegangan, namun ternyata tidak bisa, karena tongkatnya semakin menjauh. Ku coba bertahan tidak berjalan, namun kakiku berjalan sendiri tanpa bisa ku kendalikan. Aku panik, berteriak tidak bisa. Tiba-tiba ada yang mengangkat tubuhku dari air.
***
Penulis : Rohmiah adalah anggota LTN NU Banjar
Pengajar di Mis Nur Rahman
No comments:
Post a Comment